Keloid Bekas Operasi Caesar? Ini 5 Cara Mengatasinya

Keloid Bekas Operasi Caesar? Ini 5 Cara Mengatasinya
Keloid Bekas Operasi Caesar? Ini 5 Cara Mengatasinya

Meski tidak selalu berbahaya, keloid dapat memengaruhi penampilan bekas sayatan dan membuat sebagian perempuan kurang percaya diri. Penanganannya pun tidak cukup hanya mengandalkan perawatan rumahan, terutama jika keloid sudah membesar. Beberapa metode dapat membantu mengurangi ketebalan dan gejalanya, sementara perawatan luka yang benar berperan penting dalam proses pemulihan. Berikut ini lima cara yang bisa diketahui untuk menangani keloid bekas operasi caesar.

1. Menggunakan Gel atau Lembaran Silikon

Salah satu pilihan perawatan untuk membantu mengatasi jaringan parut adalah menggunakan gel atau lembaran silikon khusus bekas luka. Produk ini dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi ketebalan jaringan parut pada sebagian orang. Silikon juga sering digunakan untuk membantu mengendalikan pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan.

Meski demikian, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi luka. Jangan mengoleskan gel atau menempelkan lembaran silikon pada luka operasi yang masih terbuka, basah, atau mengalami infeksi. Pastikan luka sudah menutup sepenuhnya dan konsultasikan penggunaannya dengan dokter, terutama jika keloid sudah terbentuk cukup besar. Ini sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan silikon, antara lain:

  1. Pilih produk yang memang ditujukan untuk perawatan bekas luka.
  2. Gunakan secara rutin sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter.
  3. Hentikan pemakaian jika muncul iritasi atau keluhan yang semakin parah.

2. Melakukan Pijat Bekas Luka dengan Arahan Tenaga Kesehatan

Pencegahan Keloid Pasca Operasi Sectio Caesarea

Pijat pada bekas operasi caesar terkadang dianjurkan untuk membantu mengurangi rasa kaku dan meningkatkan kelenturan jaringan di sekitar luka. Namun, pijatan tidak dapat menghilangkan keloid secara langsung.

Sebelum melakukan pijatan, pastikan luka sudah sembuh sepenuhnya dan mendapatkan persetujuan dari dokter atau tenaga kesehatan. Pijatan yang dilakukan terlalu dini atau dengan tekanan berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu pemulihan jaringan.

Jika dokter memperbolehkan, pijat dapat dilakukan dengan gerakan lembut sesuai arahan yang diberikan. Hindari memijat bagian luka yang terasa nyeri, meradang, atau mengeluarkan cairan.

3. Mempertimbangkan Terapi Laser

Terapi laser dapat menjadi pilihan untuk membantu memperbaiki tampilan keloid, terutama jika bekas luka terlihat kemerahan atau menimbulkan keluhan tertentu. Jenis laser yang digunakan akan disesuaikan dengan kondisi kulit, ukuran keloid, serta tujuan perawatan.

Perlu diketahui bahwa laser tidak selalu menghilangkan keloid sepenuhnya. Pada sebagian kasus, terapi ini perlu dikombinasikan dengan perawatan lain untuk membantu mengendalikan pertumbuhan jaringan parut.

Sebelum menjalani terapi laser, diskusikan manfaat, risiko, biaya, dan kemungkinan efek samping dengan dokter kulit. Dokter juga akan menilai apakah kondisi bekas operasi sudah cukup aman untuk mendapatkan tindakan tersebut.

4. Menjaga Nutrisi dan Perawatan Luka Selama Pemulihan

Pemulihan setelah operasi caesar tidak hanya bergantung pada perawatan dari luar, tetapi juga pada kondisi tubuh secara keseluruhan. Asupan makanan bergizi membantu memenuhi kebutuhan tubuh selama proses penyembuhan, meskipun tidak dapat menghilangkan keloid yang sudah terbentuk. Ibu yang baru menjalani operasi caesar dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Mengonsumsi protein: Telur, ikan, daging, tahu, dan tempe membantu memenuhi kebutuhan protein untuk perbaikan jaringan tubuh.
  2. Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral: Konsumsi sayuran, buah-buahan, serta sumber zat gizi lain secara seimbang.
  3. Minum air yang cukup: Cairan membantu menjaga kebutuhan tubuh selama masa pemulihan.
  4. Menjaga kebersihan luka: Ikuti petunjuk perawatan luka dari dokter dan hindari penggunaan bahan yang belum terbukti aman.
  5. Beristirahat dengan cukup: Sesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh dan hindari gerakan yang memberikan tekanan berlebihan pada area operasi.

Suplemen Ekstrak Ikan Gabus untuk Melengkapi Nutrisi Ibu

Selain menjaga kebersihan luka dan mencukupi kebutuhan istirahat, ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi selama masa pemulihan setelah operasi caesar. Salah satu bahan makanan yang bisa menjadi pilihan adalah ikan gabus, yang dikenal mengandung protein untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh. Kini, ekstrak ikan gabus juga tersedia dalam bentuk suplemen sehingga lebih praktis dikonsumsi sebagai pelengkap asupan harian tanpa harus mengolah ikan secara langsung.

Salah satu produk yang bisa dicoba adalah Kapsul Kutuk Channamix dari Medikacare yang mengandung ekstrak ikan gabus (Channa striata) dan royal jelly. Produk ini telah terdaftar di BPOM serta memiliki sertifikat halal. Meski praktis, suplemen ini tetap perlu dikonsumsi sesuai aturan pakai dan tidak menggantikan makanan bergizi seimbang maupun perawatan luka sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Klik Di sini Dapatkan Produknya

Kesehatan
Channamix

Artikel Lainnya

Wawasan mendalam dari para ahli

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Berikan Komentar